1.      Organisasi pelayanan kemanusiaan (human service organization) merupakan mempunyai karakteristik khusus artinya berbeda dengan organisasi lainnya, seperti organisasi publik (public organization) dan organisasi bisnis (business organization) :
dua definisi organisasi pelayanan kemanusiaan yang diberikan oleh ahli/ pakar ?
1.      Proses dan strategi dalam mengelola lembaga/organisasi pelayanan sosial yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan (human values) dan kepuasan penerima pelayanan (client’s satisfaction) (Edi Suharto).
2.      sebagai sekumpulan individu yang tergabung dalam suatu organisasi yang fungsi utamanya adalah untuk melindungi, memelihara atau meningkatkan kesejahteraan pribadi individu-individu dengan cara menentukan atau menetapkan, merubah atau membentuk ciri-ciri pribadi mereka. (Marriane Woodside).

      Identifikasi dan untus-unsur dari definisi tersebut, kemudian rumuskan menjadi definisi yang lebih komprehensif ?
-          HSO adalah organisasi pelayanan,
-          Pemberian kepuasan pelayanan kepada individu dan kelompok
-          Memiliki struktur dan aturan
-          Memiliki program kerja,
-          Sekumpulan orang yang tergabung dalam satu lembaga
-          Pemberian pelayanan pertolongan kepada individu dan kelompok
-          Mengadvokasi setiap permasalahan individu.
-          Memiliki regulasi kerja yang jelas
Jadi secara komprehensip adalah Lembaga pelayanan kemanusiaan yang memberikan pertolongan secara individu dan kelompok, yang menjalankan tugas dan fungsinya. Yang memiliki struktur kerja dan program kerja pertolongan / layanan kepada setiap individu dan kelompok untuk mengadvokasi permasahan individu dan kelompok.
   
   Identifikasi persamaan dan perbedaan organisasi pelayanan kemanusiaan dengan organisasi publik dan organisasi bisnis dengan mengacu pada tabel dibawah ini :

Persamaan :
d.            
Karakteristik / Aspek
Persamaan
HSO
Organisasi Publik
Organisasi Bisnis
Fokus/Sasaran
Bekerja dengan kostumer/pengguna untuk memenuhi kebutuhan mereka
Bekerja dengan kostumer/pengguna untuk memenuhi kebutuhan mereka
Bekerja dengan kostumer/pengguna untuk memenuhi kebutuhan mereka
Dasar pijakan
Menggunakan berbagai disiplin ilmu/profesi
Menggunakan berbagai disiplin ilmu/profesi
Menggunakan berbagai disiplin ilmu/profesi
Pendekatan kerja
Berbagai pendekatan
Berbagai pendekatan
Berbagai pendekatan
Organisasi
Berupa organisasi yang sistemik
Berupa organisasi yang sistemik
Berupa organisasi yang sistemik
Pertanggungjawaban
Harus bisa dipertanggungjawabkan secara publik
Harus bisa dipertanggungjawabkan secara publik
Harus bisa dipertanggungjawabkan secara publik

Perbedanaan :

Karakteristik / Aspek
Perbedaan
HSO
Organisasi Publik
Organisasi Bisnis
Bahan Baku
Manusia dengan masalahnya
Barang material, orang, jasa, informasi
Barang material
Tujuan
Terlalu abstrak, yaitu “kesejahteraan” sehingga sering disebut ambigu, tidak jelas, terlalu tinggi untuk diukur
Konkret, terukur karena yang di-treat adalah sesuatu yang konkret dan terukur.
Konkret, terukur karena yang di-treat adalah sesuatu yang konkret dan terukur.
Situasi yang melingkupi
Situasi moral yang ambigu, ada pergolakan lingkungan sosio-politik yang berbeda, sehingga seorang peksos di HSO harus bisa secara arif menyikapi perbedaan kepentingan yang ada.
Meski berurusan dengan publik, tetapi publik yang “sehat” sehingga tidak ada kepentingan yang berpotensi bertabrakan dgn kepentingan pihak lain. Maka, situasinya lebih terkontrol.
Iklim yang kondusif, seirama dengan ruh bisnis, maka seorang pebisnis cenderung lebih mudah mengambil sikap dan keputusan terkait bisnis mereka.
Teknologi Layanan
Terlalu luas, lebar, tidak pasti karena tujuan akhir yang ingin dicapai juga terlalu abstrak, yaitu “kesejahteraan”.
Spesifik, tergantung fokus publiknya. Misalnya pendidikan, maka teknologinya adalah audio-visual, internet, teknik pengajaran, teknik evaluasi semester.
Spesifik, tergantung fokus bisnisnya. Misalnya media massa, maka teknologinya adalah audio-visual, internet, satelit.
Kegiatan inti
Relasi yang baik antara peksos dengan klien. Outputnya adalah perubahan pada klien.
Relasi dengan berbagai pihak: kostumer, pegawai, manajemen, masyarakat (pihak lain), lembaga survey, dll.
Produksi barang atau jasa, penjualan, dan lain-lain.
Aktivitas
Kegiatan kurang reliabel dan efektif terhadap permintaan klien karena begitu luasnya “kesejahteraan”, sehingga cenderung resistan terhadap inovasi dan perubahan.
Sangat inovatif, berusaha mencari cara yang efektif dan efisien.
Sangat inovatif, berusaha mencari cara yang efektif dan efisien.




Organisasi pelayanan manusia:
    Pengetahuan, keterampian dan nilai-nilai yang harus dimiliki seorang manajer organisasi pelayanan kemanusiaan ?
Pengetahuan :
ü  Memahami tujuan, kebijakan, pelayanan dan sumber organisasi
ü  Memahami dinamika perilaku manusia
ü  Memahami sumber masyarakat khususnya yang berhubungan dengan organisasi secara komprehensif 
ü  Memahami metode pekerjaan sosial yg digunakan lembaga
ü  Mengetahui prinsip, proses, teknik manajemen
ü  Biasanya  menjadi anggota asosiasi
ü  Memahami teori organisasi
ü  Mengetahui  proses dan teknik evaluasi (Skidmore 1995:34-37)
Keterampian dan nilai-nilai
ü  Respek terhadap setiap anggota dan dipandang sbg individu yang unik
ü  Mengakui tidak semua pegawai sempurna
ü  Menyediakan sarana fisik dan iklim emosional yg dpt membawa setiap staff  bekerja lebih baik
ü  Sadar akan pentingnya nilai
ü  Selalu terbuka dan menerima ide-ida baru
ü  Mengakui kesejahteraan agensi lebih penting dari pada pekerja
Nilai-nilai manajer HSO :
ü  Jujur, sebuah HSO akan berjalan baik jika semua anggotanya jujur. Hal ini diawali dari manajernya. Manajer yang baik adalah jujur, baik pada diri sendiri, kepada bawahan, dan kepada klien.
ü  Visioner, seorang manajer HSO tidak boleh berfikiran atau berwawasan pendek, sempit, dan terkungkung. Ia harus visioner, sehingga bisa merencanakan jauh masa mendatang.
ü  Kompeten, setiap pekerjaan yang dipegang oleh orang yang tidak berkompeten, maka akan gagal. Manajer HSO sebagai pengendali dan pendorong suksesnya tujuan HSO harus lebih awal untuk menjadi kompeten. Sehingga ia bisa menjalankan fungsi manajerial secara baik, yaitu planning, organizing, actuating, and controlling.
ü  Independen, seorang manajer HSO tidak boleh plin-plan, tidak punya sikap, selalu bergantung kepada orang lain. Ia harus independen sehingga keputusannya adil dan proporsional. Independen dibangun setelah mendengar berbagai masukan dan pandangan lalu diputuskan secara bijak. Adapun “independen” yang disalahfahami sebagai sikap tidak mau mendengar pendapat orang lain, maka itu sebenarnya adalah otoriter, bukan independen
           
             Analisis kendala apa saja yang sering dihadapi dalam meningkatkan kinerjanya ?
Seorang manajer tidak terlepas dari sebuah aturan yang dijalankan secara bersama-sam dalam menjalankan fungsinya, terhambatnya kinerja seseorang karena tidak menjalankan beberapa fungsi yaitu perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian.

 Ada beberapa teori dan pendekatan manajemen yang berpengaruh terhadap keberadaan HSO di Indonesia :
contoh implikasi teori birokrasi dan human relationsip terhadap manajemen HSO ?
1.      muncul, karena dengan pendekatan klasik tidak dapat dicapai efisiensi produksi dan keserasian kerja
2.      mencari upaya mengatasi masalah organisasi dengan melihat dari sisi pola tingkah laku pekerja, terutama hubungan antar manusia (human relations)
3.      didukung oleh para ahli dalam bidang ilmu sosial dan psikologi

contoh implikasi pendekatan sistem dan kontigensi terhadap manajemen HSO :
1.      mengidentifikasi karakteristik dari pekerjaan, orang maupun organisasi sehingga seseorang berhak dan layak diperlakukan dengan cara tertentu dalam oraganisasi.
2.      prinsip dasar yang mendasari pendekatan ini  adalah tidak ada cara yang terbaik untuk melaksanakan perencanaan, pengorganisasian maupun pengendalian, karena sangat bergantung pada situasi dan tempat yang ada pada saat itu.
3.      masalah sama, situasi berbeda maka cara penyelesaian masalah tersebut mungkin akan berbeda, pemberian keterampian dan kemampuan seorang kien tentulah mengalami dampak yang lebih baik dari sebelumnya.

Hansefeld mengemukakan teknologi pelayanan kemanusiaan dapat dibedakan  menjadi 4 jenis :
    1.      People processing (memproses  untuk mendapatkan pelayanan) yaitu memberikan    label atau cap atau status terhadap orang dengan mengarahkan orang tersebut           diperlakukan dengan cara-cara tertentu oleh organisasi atau lembaga sosial,                  misalnya penyandang masalah akan mendapatkan perlakuan tertentu dari organisasi bentuknya dengan membuat diagram masalah bahwa orang tersebut akan kelihatan memiliki masalah tertentu.
2.      People sustaining (support sevice Child care, home visiting) yaitu memberikan perawatan atau kesejahteraan secara personal tanpa harus merubah ciri-ciri orang tersebut. Misalnya : pelayanan dukungan kepada panti asuhan, pelayanan akomodasi.
3.      People changing (family therapy,  program edukasi, konseling) yaitu mencoba merubah ciri-ciri pribadi orang. Misalnya melakukan terapi individual atau terapi kelompok, memberikan konseling.
4.      People controling (mengontrol dan menekan/ membatasi) yaitu adanya aktifitas dalam mengotrol, membatasi, represi (penekanan-penekanan).

kecenderungan HSO di Indonesia dalam mengimplementasikan keempat jenis teknologi tersebut ?
Status individu dan kelompok tentulah menginginkan permasaahan yang dihadapinya dapat selesai, namun keterbatasan yang dimiliki suatu lembaga tentulah tidak dapat memenuhi kebutuhan individu tersebut, kebanyakan dari lembaga sosial hanya memberikan terapi dan konseling bagi klien yang menghadapi permasalahan, tentulah HSO di indonesia tidak menjadi perhatian khusus saat ini karena dianggap kurang memberikan pelayanan, hal ini sangat diharapkan kerjasama seluruh lapisan demi terwujunya pelayanan sosial ditengah-tengah masyarakat.

Perencanaan merupakan suatu fungsi manajemen yang strategis, sehingga HSO yang berhasil biasanya ditandai dengan adanya perencanaan program pelayanan yang matang.
komponen-komponen apa saja yang direncakan dalam program pelayanan HSO ?
ü  Penelitian—menganalisa kekuatan, kelemahan, dan faktor lain dari perusahaan, dan mempertimbangkan kesempatan dan resiko yang muncul dari tren eksternal.
ü  Formulasi tujuan—mendefinisikan bagaimana perusahaan itu di masa depan.
ü  Perencanaan strategis—mengembangkan kerangka kerja keseluruhan yang menguraikanbagaimana perusahaan tersebut akan bergerak menuju tujuannya.
ü  Perencanaan operasional—menciptakan langkah-langkah yang mana setiap departemen dan fungsional harus ambil dalam menjalankan rencana strategis.

    proses perencanaan  program pelayanan HSO ?
ü  Pilih tujuan.
ü  Pertimbangkan sumber daya agensi.
ü  Menghitung alternatif-alternatif yang ada.
ü  Antisipasi apa hasil dari setiap alternatif.
ü  Putuskan rencana yang terbaik.
ü  Rencanakan program yang spesifik.
ü  Bersikap terbuka terhadap perubahan.

Pengambilan keputusan adalah tugas utama seorang manajer / pimpinan ?
contoh langkah-langkah pengambilan keputusan ?
1.      Identifikasi masalah,
2.      Analisis lingkungan yang relevan
3.      Mengembangkan alternatif-alternatif keputusan.
4.      Memilih alternatif yang paling baik.
5.      Mengimplementasikan keputusan
6.      Evaluasi dan tindak lanjut keputusan.
Contohnya :
Dalam satu kecamatan terdapat 8 kelurahan, dan akan mendapatkan program bedah rumah sebanyak 100 rumah tidak layak huni, dari 8 kelurahan yang terdapat + 250 rumah yang tidak layak huni, pimpinan kecamatan, lurah, peksos, dan beberapa utusan dari lembaga HSO melaksanakan rapat / pertemuan untuk menentukan kepala keluarga yang berhak mendapatkan bedah rumah tersebut. Seorang manajer / pimpinan sangatlah menentukan dalam pengambilan keputusan dalam program bedah rumah. Setelah beberapa peserta mengeluarkan ide dan saran maka seorang manajer HSO dalam pengambilan keputusannya bebagi tiap kelurahan 10 rumah yang tidak layak huni, dan sisanya diberikan kepada kelurahan yang memiliki luas area kerja.       
beberapa model pengambilan keputusan dan apa implikasi model terhadap manajemen HSO ?
1.      Intuitive decision :
ü  Pengambilan keputusan yg lebih ditentukan oleh perasaan daripada rasionalitas.
ü  Tindakan memutuskan berkaitan dg apa yg orang rasa benar/ baik, utk menduga (hunches) atau perasaan berani (gut feeling)
ü  Pekerja sosial sering menggunakan cara/ metode ini, khususnya saat bekerja sama dg klien.
ü  Cara ini melibatkan perasaan dan informasi
ü  Cara ini juga sering dilakukan dlm rangka menyewa atau memecat karyawan HSO

2.      Judgmental Decision :
ü  Pengambilan keputusan berdsrkan pd pengetahuan & pengalaman (knowledge & experience)
ü  Orang yg akrab dg keg organisasi (misal: supervisor) senantiasa melakukan pengambilan keputusan bagi bawahannya.

3.      Problem Solving Decision :
ü  Cara ini digunakan jika pengambilan keputusan dg pendapat (judgmental decision) tdk memadai
ü  Keputusan jenis ini membutuhkan informasi yg lebih banyak dan waktu lebih lama.
ü  Prosesnya adalah: studi, analisis, dan refleksi.
ü  Keputusan ini sering disebut metode rasional, krn menggunakan pendekatan obyektif dan ilmiah (scientific approach).

ü  Biasanya digunakan utk memecahkan masalah yg kompleks atau mengambil keputusan dr berbagai pilihan yg sulit.

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.