TUGAS : UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)
MATA KULIAH : HUMAN BEHAVIOR & SOCIAL ENVIRONMENT

DOSEN : Dr. Didiet Widiowati,M.Si
Bagian A
A.           Berdasarkan hasil kajian dan diskusi kelompok tentang beberapa sistem ?
1.       FAMILY : Bentuk-bentuk keluarga yang berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan perilaku serta kepribadian anak-anaknya
5. Interracial Families : kehidupan dalam keluarga antar suku terkadang mengalami hambatan yang tidak mudah akibat dari hubungan dengan orang lain yang tidak saling mengenal, lahirnya pola pikir yang berbeda entah itu baik atau buruk dan akan ada kegiatan yang dapat mengganggu dalam hubungan keluarga. kehidupan yang memiliki kelainan suku akan berdampak buruk karena perilaku dalam pertumbuhan dalam keluarga yang berbeda. dan akan berdampak apa kondisi pertumbuhan dimasa yang akan datang. dan ini pastilah beresiko tinggi. dan pengembangan identitas diri antar ras akan mengalami kurangnya kontak dengan peran dari ras yang sama. namun terkadang bagaimana kita dapat menyesuaikan diri dari keluarga yang berbeda dan melakukan hubungan yang baik tanpa mengeluarkan prasangka yang buruk.

2.       GROUP : Bagaiamana Teori-teori memberikan konstribusi dalam memahami sikap dan perilaku kelompok.
1. Symbolic Interaction Theory :
·         Menekankan pentingnya memasuki dunia pribadi dari anggota kelompok untuk memahami perilaku kelompok mereka
·         Melakukan negosiasi baru, antara anggota dengan melihat situasi dan tanggapan dari titik pandang/keuntungan yang berbeda.
·         Komunikasi antar pribadi mungkin yang paling mendasar dari proses kelompok kecil.
·         Cara lain ekspresi seperti gerakan, nada suara dan gerakan tubuh selain bahasa berlangsung dalam komunikasi.
·         Banyak klien yang dilihat oleh kelompok praktisi telah ditetapkan berbagai label seperti tertekan, pasangan pelaku, pecandu narkoba, putus sekolah, pelaku kriminal atau anak pelaku. klien sering bertindak sesuai dengan label diharapkan peran, mengubah perilaku mereka dan akhirnya konsep diri mereka dan nasib untuk menyesuaikan label mereka telah ditetapkan.
Individu yang mulai bergabung dengan kelompok baru tentulah harus memahami kondisi dalam kelompok tersebut yang tidak serta merta melakukan tindakan yang dapat merusak kelompok itu sendiri, hubungan dapat terbangun jika dalam kelompok dapat saling mengunungkan walaupun adanya perbedaan pendapat sesama kelompok, hal ini harus dipahami dari perilaku kelompok yang ada didalamnya. yang dapat dilakukan ketika ketika kita bergabung dalam kelompok adalah membangun hubungan yang kecil dalam kelompok seperti kita memiliki orang yang dapat diajak berkomunikasi agar dalam kelompok dapat memudahkan saling merinteraksi dengan yang lainnya. perilaku dalam kelompok haruslah tertanam dalam satu tim, untuk dapat menghidari terjadi gesekan-gesekan yang akan terjadi.

3.       ORGANIZATION : Bagaimana Perspektives model organisasi yang berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan perilaku serta kepribadian individu yang menjadi anggotanya.
4. The Political Model :
·         Kepentingan diri sendiri adalah motivator yang mendasar dari perilaku organisasi
·         Organisasi sebagai arena politik di mana kelompok kepentingan internal dan eksternal yang berbeda bersaing untuk memperhatikan keprihatinan dan kepentingan mereka.
·         Distribusi kekuasaan dan wewenang dalam organisasi tergantung pada pentingnya kontribusi dari masing-masing unit atau anggota individu untuk pencapaian tujuan organisasi.
Setiap individu selalu terdorong untuk melakukan hal-hal yang ingin dicapai lewat motivasi yang ada dalam dirinya, untuk mencapai tujuan yang diinginkan, Individu tentulah membawa suatu kepentingan misi dalam dirinya untuk melakukan kinerja organisasi baik internal maupun eksternal, kepuasan dalam bertindak sebagai wujud dari motivasi itu sendir yang telah ada dalam diri, untuk dapat menekankan pada perilaku organisasi tentulah kita harus memberi motivasi kepada anggota lainnya agar dalam bekerja adanya daya tarik/ tanggungjawab yang dilakukannya. walaupun dalam internal terjadi gesekan-gesekan yang dapat merusak organisasi tersebut, kinerja individu akan berdampak pada aktifitas organisasi jika tidak adanya penekanan yang diberikan sebagai wujusd tanggungjawan individu, karakteristik ini akan selalu digunakan jika individu salam bekerja tidak sesuai dari tujuan organisasi walaupun ada kepentingan individu.

4.       COMMUNITY : Bagaimana tipe masyarakat dari berbagai perpektive yang berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan perilaku serta kepribadian individu yang menjadi anggotanya.
1. Komunitas Adat Terpencil : Komunitas Adat Terpencil (KAT) merupakan bagian masyarakat  yang umumnya bertempat tinggal di daerah terpencil, terisolir dan sulit dijangkau. Kondisi tersebut menyebabkan terbatasnya akses pelayanan sosial dasar sehingga mereka hidup dalam kondisi tertinggal dibandingkan masyarakat lainnya. Masyarakat komunitas adat terpencil telah memiliki sistem kehidupan yang lebih teratur dan terkadang dianggap sebuah komunitas yang jauh dari kehidupan sesungguhnya serta tertinggalnya sistem informasi dan teknologi yang ada saat ini. namun kehidupan yang dirasakannya itu lebih baik, kehidupan mereka dalam mencari mata pencaharian atau memenuhi kehidupannya, seperti makan dan minum itu lebih alamiah. orang-orang yang berada dalam komunitas itu nampakanya akan berubah seiring dengan waktu dan perkembangan jumlah penduduk dan dan sistem yang berada dalam komunitas itu sendiri. kehidupan KAT sangat mudah dibedakan dengan masyarakat yang relatif maju, komunitas ini terbentuk lebih kecil, tertutup dan homogen, hidup dengan sistem ekonomi subsistem dan menggunakan alat yang lebih sederhana sesuai kehidupan alam yang dijalaninya.

5.       SOCIETY : Bagaimana aspek-aspek penting dalam society yang berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan perilaku serta kepribadian individu yang menjadi anggotanya.
2. Etnik dan Perilaku Manusia : etnik Sebuah kelompok etnis terdiri dari orang-orang yang berbagi kesamaan tertentu yang memberi mereka rasa sesamanya, termasuk sejarah umum dan identitas, bahasa yang sama, latar belakang nasional yang sama, budaya sama, agama yang sama, atau beberapa kombinasi dari faktor-faktor ini ( Gordon, 1988:129). Kelompok etnis, mungkin dominan atau non dominan, tergantung pada berdiri relatif mereka dalam sistem stratifikasi masyarakat. Umumnya mengacu pada etnis minoritas. Beberapa terus memiliki berdiri rendah dalam masyarakat terlepas dari berapa lama anggota mereka telah di negara ini. Kelompok ras, salah satu yang memiliki seperangkat karakteristik fisik yang khas seperti warna kulit dan tekstur rambut.
hal ini ini dipicu dengan etnis yang sudah terbangun sejak lahir yang akan terus berkembang dari generasi kegenerasi.

6.       KEBUDAYAAN : Bagaimana budaya dengan berbagai dimensinya yang berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan perilaku serta kepribadian individu yang menjadi anggotanya.
1. Budaya dan Sosialisasi : Sosialisasi : proses dengan yang mana seorang individu menjadi anggota budaya tertentu dan mengambil nilai-nilai, keyakinan, dan perilaku lainnya untuk berfungsi di dalamnya
Elkin & Handel (1989), itu proses ini "membantu untuk menjelaskan bagaimana seseorang menjadi mampu berpartisipasi dalam masyarakat.
Gollnick dan chinn (1983:10) menjelaskan bahwa pada kebudayaan apapun, ada empat ciri yang melekat,
1. Kebudayaan merupakan sesuatu yang dipelajari,
2. Kebudayaan merupakan pola bersama yang mengikat kelompok orang sehingga membedakannya dengan kelompo lain,
3. Kebudayaan merupakan adaptasi, budaya berkembang dengan mengakomodasi kondisi lingkungan tertentu dan sumber-sumber teknologi dan alam yang tersedia.
4. Kebudayaan merupakan sistem dinamis yang berubah terus menerus. perubahan tersebut bisa cepat, tetapi ada aspek tertentu yang dapat menghambatnya.
Hal ini tentulah budaya dan sosialisasi telah diperkenalkan sejak kita lahir yang mengenalkannya kepada kita, khususnya ayah, ibu, bagaimana kita bisa melakukan budaya yang telah ada dari generasi-generasi sebelumnya. implementasi dari budaya sudah ada sejak nenek moyang yang tidak bisa dihilangkan begitu saja oleh perkembangan zaman, ini tentulah akan terus dijaga dari generasi-generasi yang ada, walaupun akan terjadi pengikisan budaya oleh generasi yang ada.
salah satunya contoh budaya orang bugis makassar, tidak bisa dihilangkan begitu saja karena adanya nilai historis yang mencerminkan identitas serta watak orang sulawesi-selatan yang sudah ada sejak dulu adalah sirina pacce adalah berarti rasa malu (harga diri), sedangkan Pacce/pesse adalah pedis.pedas (Keras, kokoh pendirian) jadi pacce berarti semacam kecerdasan emosional untuk turut merasakan kepedihan atau kesusahan individu lain dalam komunitas (solidaritas atau empati). dalam bertingkah laku keseharian, masyarakat bugis makassar sangat menjunjung tinggi filosofi Siri’ Na Pacce.  baik dalam melakukan hubungan sosial maupun ekonomi. bahwa bisa dilihat orang-orang bugis makassar adalah orang-orang yang tangguh, berani mengambil resiko, tetapi dalam bingkai pacce (tanggungjawab). bagi masyarakat bugis makassar, siri mengajarkan moralitas kesusilaan yang berupa anjuran, larangan, hak dan kewajiban yang mendominasi tindakan manusia untuk menjaga dan mempertahankan diri dan kehormatannya.


Sekian dan Terimakasih”



TUGAS : UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)
MATA KULIAH : HUMAN BEHAVIOR & SOCIAL ENVIRONMENT

DOSEN :  Dr. Tukino, M.Si
Bagian B
Berdasarkan tugas masing-masing mengenai sistem asesment terhadap klien ?
1.       Apakah klien anda memiliki kecenderungan berhasil atau sebaliknya gagal melaksanakan tugas-tugas perkembangan sesuai dengan tahapan usianya dalam kehidupan sekarang ?
Nama                                  :    “FR”
Jjenis kelamin                    :    laki-laki
Umur                                  :    7 tahun
Berat badan                       :    26 kg
Tinggi badan                     :    130 cm
Kecacatan                          :    tidak ada
Tanda kekerasan              :    tidak ada.
Alamat                                :    Dago Barat
Nama : “FR” dalam melaksanakan perkembangan pada dirinya sudah mengalami perbaikan, menyusul dengan perkembangan waktu “FR” dalam melaksanakan hubungan dan komunikasi terhadap neneknya yang menjadi tumpuhan hidupnya ketika ayahnya kerja dan ibunya pendidikan diluar kota. hal ini harus dirasakan FR ketika jauh dari orang tuam sikap dan tingkah laku haruslah diubah apalagi sikap usil yang dilakukan FR terhadap neneknya itu salah dan dapat menyebabkan kecelakaan, FR bertindak karna tidak adanya pengontrolon yang dilakukan oleh ibunya sebelum melanjutkan pendidikannya diluar kota.  kesedihan FR ketika ayah dan ibunya pergi untuk beberapa saat, wajarlah seusia FR yang sesuai dengan perkembangan FR itu sendiri yang merasakan jauh dari orang tua.
Pergaulan FR baik itu disekolah maupun dilingkungan rumah tidak nampak  keanehan terhadap diri FR,  hubungan yang dilakukan FR bersama teman-temannya sudah mulai berasur baik, dan tetap dalam pengontrolan guru disekolah dan nenek/tetangga yang ada dilingkungan rumah.
Meningkatnya aktifitas spiritual terhadap FR yang cenderung lebih awal menuju tempat mengaji dan terkadang sifat kemalasan muncul dan itu tetap ada upaya merubah sikap dan perilaku FR yang diupayakan sang nenek dan dukungan orang tua yang selalu berkomunikasi lewat hp. dan tetap dalam pengontrolan FR dalam melakukan aktifitasnya.

2.       Apa yang dapat dilakukan untuk kehidupan klien agar kehidupannya lebih baik dari kondisinya saat ini ? (dengan sistem Mikro, Mezzo dan Makro).
Sistem mikro mengacu pada individu dalam arti luas, seseorang adalah jenis sistem yang memerlukan sistem biologis, psikologis dan sosial semua ini sistem berinteraksi. orientasi mikro untuk praktek pekerjaan sosial melibatkan berfokus pada individu. masalah dan kekuatan. itu juga menekankan bagaimana individu yang mungkin mengatasi masalah, menghasilkan solusi dan membuat yang terbaik, pilihan yang paling efektif mungkin. praktek mikro, maka melibatkan bekerja dengan individu dan meningkatkan bahwa orang-orang berfungsi.
Biologis
Penampilan Klien
·         cara berbicara
pada awal berkenalan dengan “FR”. “FR”masih kaku dan terkadang malu, dan setelah respon menjelaskan kepada Fr, tentang tujuan, barulah Fr bebicara kepada praktikan.
·         Kehangatan
Terlihat “FR” sangat aktif dan bersikap sopan dan mudah berkomunikasi.
·         Respon awal terhadap wawancara
pada awalnya, “FR” sedang bermain dengan beberapa teman-temannya, dan praktikan mendekatinya, dan kemudian dia mulai berbicara walaupun terlihat gelisa karena menganggap praktikan orang lain yang tiba-tiba menghampirinya pada saat bermain.
·         body expression
terkadang “FR” menggoyangkan tubuhnya dan tersenyum kepada praktikan, dan kadang dia malu untuk menjawab pertanyaan yang praktikan ajukan.


Status Kesehatan
·         “FR” jarang sakit dan dianggap sehat oleh beberapa teman bermainnya.
·         “FR” menurut tetangganya tidak pernah terlihat sakit. Ketika ibu-nya masih sering bersamanya, namun ketika ibu-nya meninggalkan, dia sering terliat murung dan memiliki kurang percaya diri.

Psikologis
Gambaran tentang kondisi emosi klien
·         Saat ini “FR” tinggal bersama dengan ayah dan neneknya, menurut tetangganya “FR” merasa kekurangan kasih sayang dari seorang ibu. Terkadang dia mendapat perlakuan kurang baik oleh beberapa teman-temannya karena faktor usia yang berbeda, yang mengakibatkan “FR” menangis. Dan dia  dianggap oleh tetangganya anak yang manis dan tidak pernah melakukan hal-hal yang kurang baik dibanding teman-teman bermainnya.
·         Saat Praktikan berhadapan dengan “FR”, praktikan melihat tidak ada permasalahan atau tingkah laku yang dibuat oleh “FR”.
·         Selama tinggal bersama neneknya, menurut tetangganya, kerap mendapatkan perlakuan kurang baik dari teman-temannya.
·         Ketika bermain dengan teman-temannya “FR” cenderung ceria dan seakan-akan tanpa beban.
·         “FR” memiliki kecerdasan setelah praktikan mengajukan beberapa pertanyaan, mengenai beberapa pengetahuan dasar.
·         “FR” mengatakan bahwa dia sekarang rindu dengan ibu yang lagi melakukan pendidikan diluar kota.
·         “FR” dalam mengerjakan pelajaran terkadang meminta petunjuk kepada ibunya. Ketika ada hal-hal yang sulit untuk dikerjakan.

Kesehatan Jiwa 
·         Menurut pihak tetangga dan kerabat “FR”, dia sopan dan tidak melakukan hal-hal yang kurang baik.
·         Setelah ditinggal oleh ibunya, “FR” terkadang jarang bermain dengan teman-temannya.
·         Secara umum “FR” tidak mengalami gangguan jiwa apapun. Ia dapat berespon normal layaknya anak umur 7 tahun.
·         “FR” terkadang mengalami perlakuan kurang baik dari teman-teman sekolahnya.yang dimana sebelumnya ibunya yang selalu mengantar dan menjemputnya ketika ibunya masih berada di rumahnya. Namun sekarang “FR” harus diantar dan dijemput oleh neneknya. Dan Ayahnya hari sabtu. Karena ayahnya pada hari sabtu libur kerja.

Sosial :
·         Keluarga “FR”, saat ini biaya sekolah “FR” tidak mengalami kendala karena urusan pembiayaan itu langsung dibayarkan ke sekolah.
·         Ketika “FR”mau belanja atau jajan biasanya meminta langsung sama kepada ayahnya atau neneknya.
·         Keluarga “FR” melarang anaknya untuk meminta uang kepada tetangganya. Ataupun meminjan di warung makanan. Karena orang tuanya telah mendidiknya.
·         Daerah tempat tinggal “FR” tidak mengalami perubahan apapun karana orang tua “FR” tidak memiliki rumah. Walau saat ini orang tua “FR” sedang mencicil sebidang tanah.
·         Ayah bekerja disalah satu hotel berbintang disekitar bandung. Dan ibunya “FR” bekerja di salah satu dinas yang ada dibandung, namun untuk saat ini ibu “FR” lagi melaksanakan tugas belajar diluar kota.
·         Situasi terkini setelah “FR” selama ditinggal ibunya “FR” mengalami penurunan belajar padahal sudah mendekati ujian semester. Yang dilakukan gurunya yakni memberikan motifasi dan melakukan komunikasi kepada ibu ‘FR” karena salah satu penurunan cara belajar “FR” ditinggal ibunya. Padahal seusia “FR” sangat membutuhkan kasih sayang orang tua.
·         “FR” adalam melaksanakan kegiatan sangat terbatas karena nenek “FR” sangat tegas dan ketat dalam menjaga “FR”. Bedah ketika ibunya berjaga “FR” tetap melakukan pengontrolan dan melakukan kegiatan bermain namun ibu “FR” selalu menjaga dan memberi pertimbangan “FR” sebelum melakukan sesuatu.

Spiritual :
·         Identitas budaya “FR” dan keluarganya adalah Sunda.
·         Agama “FR” adalah Islam, dan ia memiliki ketertarikan untuk mempelajari Islam lebih dalam.
·         “FR” sedang melaksanakan kegiatan Metode Membaca Iqra (TPQ) disalah satu Masjid dekat rumah “FR”.

Sistem mezzo mengacu pada setiap kelompok kecil, termasuk familiy, kelompok kerja, dan kelompok sosial lainnya. waktu yang sama untuk tujuan penilaian sulit untuk secara jelas membedakan antara isu-isu yang melibatkan sistem mikro (individu) dan sistem mezzo (kelompok kecil) dengan mana individu yang terlibat. ini adalah karena individu begitu integral terlibat dalam interaksi dengan orang lain yang dekat dengan mereka. dalam banyak kasus, kami akan membuat sebuah perbedaan yang sewenang-wenang antara isu tentang sistem mikro dan satu mengenai sistem messo.

Mengupayakan “FR” dalam beraktifitas dan dalam penanganan masalah peran orang tua dan keluarga yang sangat diharapkan, “FR” yang paling dekat adalah nenek, yang dimana sebagai pekerja sosial mendiskusikan apa yang menjadi kebutuhan “FR” dalam perkembangannya khususnya dalam usianya saat ini, pekerja sosial berusaha juga membangun komunikasi dengan orang tua “FR” khususnya ibu yang dimana rasa kasih sayang yang sangat diharapkan. pekerja sosial mengharapkan ibu “FR” untuk dapat mengontrolnya, seperti melakukan komunikasi setiap hari dan menanyakan kegiatan “FR” dan apa-apa saya yang dilakukannya. dan tentulah “FR” merasa sangat bahagia karena ada pengawasan yang dilakukan seorang ibu terhadap “FR”. indikator keberhasilan “FR” dalam melakukan aktifitas seperti bermain bersama teman-teman dirumah dan sekolah bertambah baik, dan tetap pengawan guru dalam setiap aktifitas dan tingkah laku dalam belajar “FR” ini yang dilakukan seorang pekerja sosial dalam memberikan intervensi kepada lingkungan “FR”. dan semakin beransur membaik. hubungan perkerja sosail dengan keluarga dan guru disekolah “FR” tentulah sangat dirasakan.


Sistem makro mengacu pada sistem yang lebih besar yang kelompok kecil. orientasi makro melibatkan berfokus pada kondisi sosial, politik dan ekonomi dan kebijakan yang mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan akses ke sumber daya dan kualitas hidup. praktek makro dalam pekerjaan sosial, maka melibatkan berjuang untuk meningkatkan konteks sosial dan ekonomi di mana orang hidup.
Membangun hubungan yang baik dengan keluarga, guru dan tidak terlepas dari kepala sekolah dimana “FR” bersekolah ini tentulah yang sangat diharapkan pekerja sosial dalam membangun mitra kerja salam setiap penanganan masalah anak, kepala sekolah sebagai pemegang kebijakan dan keputusan pada struktur paling diatas yang ada dalam lingkungan sekolah. hal ini erlu memberikan masukan dan saran dalam mendidik dan memberikan sedikit sumbang saran dalam pendampingan anak yang mengalami permasalahan salah satunya “FR”.
Guru spritual “FR” / guru mengaji “FR” sebagai media yang dapat memberikan pemahaman dasar dalam bertingkah lagi baik pergaulan dan maupun berteman dengan teman-teman “FR” hal ini penting dalam membangun komunikasi pekerja sosial dengan lembaga pembinaan spiritual yang mampu memberikan pencerahan dan nasehat-nasehat, pada usia anak-anak ingatan yang diberikan kepada guru sprititual akan mudah melekat dan dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari yang memberikan tugas tambahan dirumah sehingga “FR” dapat menjalankan aktifitas seperti sedia kalah.


Sekian dan terimakasih

0 komentar:

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.